Koran  » Ekonomi/Bisnis
Sampaikan kepada rekan Cetak berita ini
Jumat, 28 April 2006

Cina Hukum Pejabat Terlibat Pelanggaran Hak Cipta

Negara Barat terutama AS menuding pelanggaran hak cipta di Cina sangat parah.

BEIJING -- Pemerintah Cina tampak serius memberikan sanksi hukuman bagi para pejabatnya yang tidak menegakkan aturan perlindungan hak cipta. ''Perlindungan hak cipta menjadi masalah penting dan menjadi agenda pada pertemuan pemerintah regional. Ini akan terkait dengan rencana utama pembangunan ekonomi dan sosial,'' demikian pernyataan Pemerintah Cina.

Menurut rencana kerja 2006-2007 yang disampaikan Rabu (26/4) lalu, seperti dikutip kantor berita Xinhua, para pejabat akan mendapat sanksi bila gagal menerapkan aturan perlindungan hak cipta dan berupaya menutupi kasus pelanggaran hak karya cipta. ''Bila serius melakukan pelanggaran sanksi hukuman akan dijatuhkan, termasuk bagi mereka yang berupaya menutupi pelanggaran yang terjadi.''

Sejumlah produk yang kerap dibajak adalah peranti disc atau pemalsuan produk tersebut dengan harga jual yang jauh di bawah harga asli. Tindakan tersebut harus segera diakhiri dan diberikan sanksi yang tegas. Pemerintah ingin jalanan harus bersih dari para pedagang yang menjual produk bajakan dan para petugas administratur akan mengawasi penjualan berbagai produk yang dianggap palsu di pasaran.

Pemerintah Cina juga akan segera membuat sistem pengawasan nasional di 50 kota guna menangani sejumlah keluhan terkait dengan aksi pembajakan tersebut menyusul gencarnya aksi protes internasional terutama dari AS. AS menilai Cina kerap melanggar hak karya cipta. Cina tampak serius dengan meminta produsen komputer menginstal perangkat software mereka dengan produk asli.

Menurut surat kabar Times, polisi Rabu lalu menutup sebuah pabrik di Kota Zhongshan, selatan Provinsi Guangdong, karena terbukti memproduksi switer Piala Dunia 2006. Otoritas perdagangan lokal telah mengeluarkan peringatan terhadap 800 pabrik di Cina dan mengingatkan mereka untuk tidak menggunakan merek palsu. Kecuali bila mereka akan dikenakan denda 100 ribu yuan atau 12.500 dolar AS.

Dalam kunjungannya ke AS pekan lalu, Presiden Hu Jintao berjanji memberantas aksi pembajakan hak karya cipta di negaranya. ''Cina akan melindungi hak karya intelektual dan memerangi pembajakan,'' kata Hu di hadapan 600 tamu dari pemerintah, pengusaha, dan undangan lainnya di AS.

Meski demikian, Microsoft seperti dikutip CMPnetAsia, masih mempertanyakan keseriusan Pemerintah Cina dalam mengatasi masalah pembajakan itu. Microsoft dan sejumlah perusahaan AS lainnya selama ini banyak menjadi korban aksi pembajakan produk di Cina hingga merugi jutaan dolar AS.

Bahkan, tidak tertutup kemungkinan standar ganda dalam pemberantasan tersebut karena pembajakan di Cina sudah mencapai 90 persen. Itu sesuatu yang sulit diterima perusahaan mana pun di dunia. Di negara lain, seperti Thailand, Microsoft telah melihat penurunan persentase pembajakan dari 95 persen menjadi 30 persen sejak 10 tahun lalu.

Meski demikian, Nigel Burton, GM Micorosft Cina, menyatakan sulit menghakimi apakah Cina siap dalam waktu beberapa tahun untuk menghapus aksi pembajakan itu. ''Saya tidak yakin apakah dunia akan berubah dengan cepat karena P2P dan revolusi Nepster. Saya curiga orang muda di mana pun termasuk AS memiliki pandangan yang berbeda dalam masalah hak intelektual dan membeli software dibanding yang mereka lakukan 10 tahun lalu.''

Bulan lalu Microsoft kembali melanjutkan investasinya di Cina dengan transaksi senilai 1,5 miliar dolar AS dengan sebuah produsen PC terbesar di Cina. Jumlah itu cukup besar mengingat Microsoft telah merugi sedikitnya 200 juta dolar AS di Cina dalam 10 dekade terakhir ini.

Namun, jumlah itu masih kecil dibanding dengan perusahaan lain yang meraih pemasukan lebih dari 40 miliar dolar AS dalam tahun fiskal 2005. Cina telah menjadi pasar PC terbesar kedua di dunia tahun lalu sebesar 19 juta unit. ''Kami menanamkan modal lebih banyak dibanding dengan yang kami peroleh,'' kata Burton.

Angka fakta:
90 persen

Produk di Cina hasil bajakan
30 persen
Tingkat pembajakan di Thailand

(ap/afp/hir )



© 2005 Hak Cipta oleh Republika Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari Republika
| Kirim Artikel Koran | Kontak Webmaster |