"Ambillah Kitab Gulungan

dan Tulislah.."

 

Pertemuan LAI dengan Gereja-gereja se-Jabotabek

dalam rangka Program Alkitab Tulisan Tangan.

 

Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun ini menyelenggarakan program Alkitab Tulisan Tangan. Program yang dikoordinir oleh Panitia Tangan-Tangan Yang Menopang ini bertujuan untuk mendukung penerbitan Alkitab dalam bahasa daerah Dayak Maanyan, Dayak Ngaju, dan Timor Dawan.

Untuk mulai memperkenalkan program ini, para Pendeta dan Hamba-hamba Tuhan dari pelbagai gereja se-Jabotabek diundang dalam pertemuan di Kantor Pusat LAI tanggal LAI tanggal 31 Maret lalu. Hadir kurang lebih 13 orang pendeta. Pada sore harinya pertemuan serupa diadakan bersama dengan para pengurus Komisi Wanita, Guru Sekolah Minggu, dan Perwakilan Pemuda Remaja, yang jumlahnya mencapai 192 orang wakil dari 45 gereja se-Jabotabek.

Ketika para undangan memasuki ruang pertemuan LAI, tampak wajah-wajah mereka dipenuhi pertanyaan apa itu Alkitab Tulisan Tangan? Tak kurang Ibu Pdt. Suatami Sutedja dari GKI Gading Indah yang memimpin ibadah pada pertemuan dengan pendeta sempat menguraikan perdebatannya dengan anggota keluarganya, "Mau jadi setebal apa?", "Bagaimana kalau tulisannya tidak jelas?", dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Namun dengan renungan yang mengambil kisah Abraham, Ibu Sutedja mengajak kita semua untuk menjalani program Alkitab Tulisan Tangan ini dengan penuh iman, bahwa apa yang kita kerjakan semuanya demi hormat dan kemuliaan Tuhan. Seperti Abraham yang tetap setia mengikuti perintah Allah pergi menuju tempat yangh dijanjikan.

Melalui Alkitab Tulisan Tangan sesungguhnya LAI hendak mengajak umat Tuhan untuk menghayati bahwa memang pada mulanya Alkitab dibuat dalam tulisan tangan, demikian pula dengan salinannya. Kata demi kata, huruf demi huruf, tanda-tanda baca, semuanya disalin dengan hati-hati. Ibu Hilda Pelawi, Kepala Departemen Gereja & Masyarakat LAI mengatakan, di zaman yang serba mudah dan serba cepat ini, mampukah kita kembali menghayati serta menekuni suatu pekerjaan yang harus dilakukan dengan sangat hat-hati. Ide yang sangat menggugah ini kemudian diaplikasikan dengan kebutuhan saudara-saudara seiman yang merinmdukan Alkitab dalam bahasa daerahnya. Mereka adalah saudara-sdaudara kita di pedalaman Kalimanta, khususnya pengguna bahasa Dayak Maanyan dan bahasa Dayak Ngaju, serta pengguna bahasa Timor Dawan. Melalui kerjasama dengan para penerjemah LAI telah siap menerbitkan Alkitab. Guna mendukung biaya penerbitan tersebut, maka program penulisan Alkitab Tulisan Tangan ini menjadi pendukung utama dengan cara setiap penulisan Alkitab satu ayat, kepada penulis akan dimintakan partisipasi sebesar Rp. 5.000,-, kecuali untuk kitaab Mazmur yang akan dicarikan pendukung khusus melalui penulisan dengan tinta emas. [gema]